Selasa, 21 Juli 2009

Gerakan Menghafal Alquran di Saudi



JEDAH--Menghafal Alquran mestinya memang tak mengenal waktu dan usia. Di Arab Saudi, gerakan menghafal Alquran masuk ke mana-mana, termasuk penjara yang bisa mengurangi hukuman (remisi). Bagi remaja kasus narkoba juga diwajibkan menghafal Alquran, sebagi sanksi khusus.


Gerakan menghafal biasa dilakukan anak-anak, remaja, dan dewasa 40 tahunan. Namun, kali ini berbeda. Muhammad Abdullah Musa yang sudah berusia 70 tahun berhasil menyelesaikan hafalan Alqurannya dan lulus dengan penghargaan dari Lembaga Tahfizul Quran, Jeddah, dengan nilai 91. Acara diselenggarakan hari Kamis, 16 Juli kemarin di Masjid Raja Abdul Aziz, Jeddah.

"Ketika saya masih muda, saya sudah menghafal dua juz Alquran tetapi kemudian lupa karena problema hidup," kata Musa seperti dikutip harian Arab News edisi akhir pekan kemarin.

Bagaimana pun, kecintaannya kepada Alquran mendorongnya terus untuk menyelesaikan hafalan Alquran secara utuh dan penuh, meski usia tak lagi muda dan mulai terkendala faktor ingatan. Sebab, hafalan Alquran yang lupa akan menumpuk dosa.

Maka, ia kemudian bergabung dengan program-program khusus yang diadakan di masjid pada malam hari untuk laki-laki tua. "Hal ini memberi orang tua seperti saya dan pekerja di siang hari sebuah kesempatan untuk mempelajari kitab Allah," katanya.

Musa menghafal secara rutin serta mendapat bimbingan dari Masjid Raja Abdul Aziz. Di sini ia berhasil menyelesaikan hapalan 10 juz.

"Pada awalnya saya mengalami kesulitan besar dalam pelafalan dan tajwid, tetapi kemudian dapat teratasi masalahnya," katanya.

Kemudian ia bergabung dengan Lembaga Tahfidzul Quran di Mesjid Salah Karamah, Jeddah, dan berhasil menyelesaikan hapalan 30 juz. "Saya menghapal dua sampai tiga halaman setiap hari. Di malam hari saya pergi ke Mesjid Raja Abdul Aziz Masjid untuk mengulang (takrir) sekitar 2 juz," katanya.

Menurut Musa, ia bisa menyelesaikan hafalan karena dorongan anak dan istri. Walaupun secara usia, dia sudah sangat lanjut. Apalagi jarak antara mesjid yang membinanya dengan rumah tempat tinggalnya berjarak enam kilometer. Dalam usia yang semakin mendekati kematian itu, hafalan Aquran justru memicunya untuk bisa bersama Rasulullah di sorga kelak.mtf/taq

Di Copas dari:


http://republika.co.id/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan berkomentar,tapi yang beretika ya?

English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified